Translate

Tampilkan postingan dengan label FILOSOFI BLANGKON. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FILOSOFI BLANGKON. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 September 2017

Filosofi Blangkon Jogja Dan Blangkon Solo

Blangkon adalah tutup kepala yang terbuat dari batik dan digunakan oleh kaum pria sebagai bagian dari pakaian tradisional Jawa. Setiap daerah mempunyai jenis blangkon yang berbeda. Blangkon Yogya dan Blangkon Surakarta/Solo mempunyai perbedaan pada bagian belakangnya, Pada blangkon Yogya terdapat ‘modolan’, sedangkan blangkon solo bagian belakangnya pipih/rata. Hal ini tentu mempunyai filosofi masing-masing, berikut adalah filosofi dari kedua jenis blangkon.


1. Blangkon Yogya




Blangkon yogya mempunyai mondolan, hal ini dikarenakan pada waktu itu, awalnya laki-laki Jogja memelihara rambut panjang kemudian diikat keatas (seperti Patih Gajah Mada) kemudian ikatan rambut disebut gelungan kemudian dibungkus dan diikat, lalu berkembang menjadi blangkon.

Kemudian menjadikan salah satu filosofi masyarakat jawa yang pandai menyimpan rahasia, tidak suka membuka aib orang lain atau diri sendiri karena ia akan serapat mungkin dan dalam bertutur kata dan bertingkah laku penuh dengan kiasan dan bahasa halus, sehingga menjadikan mereka selalu berhati-hati tetapi bukan berarti berbasa-basi, akan tetapi sebagai bukti keluhuran budi pekerti orang jawa. Dia pandai menyimpan rahasia dan menutupi aib, dia akan berusaha tersenyum dan tertawa walaupun hatinya menangis, yang ada dalam pikirannya hanyalah bagai mana bisa berbuat yang terbaik demi sesama walaupun mengorbankan dirinya sendiri.



2. Blangkon Solo


Blangkon Solo
Blangkon Solo Perbawan 












Waktu itu lebih dulu mengenal cukur rambut karena pengaruh belanda, dan karena pengaruh belanda tersebut mereka mengenal jas yang bernama beskap yang berasal dari beschaafd yang berarti civilized atau berkebudayaan.

Tidak adanya tonjolan hanya diikatkan jadi satu dengat mengikatkan dua pucuk helai di kanan dan kirinya, yang mengartikan bahwa untuk menyatukan satu tujuan dalam pemikiran yang lurus adalah dua kalimat syahadat yang harus melekat erat dalam pikiran orang jawa.
Secara keseluruhan penempatan blangkon dikepala merupakan anjuran agar segala pemikiran yang dihasilkan dari kepala tersebut selalu membawa nilai-nilai keislaman. Dalam artian sebebas apapun pemikiran yang dihasilkan oleh otak, agama islam selalu menjadi mainstream. Jadi, segala pemikirannya akan berguna bagi orang banyak, tidak malah menyengsarakan. Juga berguna bagi seluruh alam sebagaimana islam yang rahmatan lil’alamin.
Makna filosofi blangkon yang kedua yaitu blangkon sebagai simbol pertemuan antara jagad alit (mikrokosmos) dengan jagad gede (makrokosmos).
Blangkon merupakan isyarat jagad gede karena nilai-nilai transendentalnya. Sedangkan kepala yang ditumpanginya merupakan isyarat jagad alit. Ini terkait dengan tugas manusia sebagai khalifatullah fi al-ardi yang membutuhkan kekuatan Tuhan. Karena itu, agar manusia mampu melaksanakan tugasnya dibutuhkan kekuatan Tuhan yang disimbolkan dengan blangkon. Setelah manusia mendapat kekuatan tersebut, resmilah ia sebagai khalifatullah fi al-ardi yang tugasnya mengurus alam sesisinya.
Maka tak heran jika zaman dahulu orang-orang Jawa banyak yang memakai blangkon karena mereka sadar bahwa mereka selain sebagai hamba Tuhan juga merupakan khalifah di bumi.

Jumat, 07 Juli 2017

surjan peranakan Busana Abdi dalem Kraton Ngayogyakarta.




Jika kita sering melihat sebagian kaum lelaki warga jogja mengenakan busana atau pakaian lengkap adat jawa lengkap dengan ikat kepala (blangkon), Baju lurik, bawahan jarik, dn terselip pendhok(keris) mereka boleh jadi seorang Abdi dalem yang sedang akan pulang dari keraton yogyakarta.Dan pakaian dinas yang mereka kenakan tersebut, yakni baju yang dikenakan kaum lelaki dinamakan 'peranakan'. Bentuk pakaian peranakan ini tidak seperti kemeja/baju pada umumnya,karena potongan bagian depan berhenti dibagian ulu hati.

Terdapat 6 buah kancing dileher yang melambangkan rukun iman,serta 5 buah kancing diujung lengan yang melambangkan rukun islam (seperti kita ketahui bersama bahwa keraton yogyakarta dibangun berlandasan agama islam).
Model baju ini dinamakan demikian agar abdi dalem satu dan yang lainnya menjalin persaudaraan selayaknya saudara kandung atau satu keturunan /peranakan.
Untuk bahan yang digunakan pada baju peranakan adalah kain lurik dengan motif terlupat (garis berseling 3 dan 4) mungkin sejenis kain tenun umumnya lurik yang dpakai berwarna biru tua atau biru laut yang menandakan kekhusyukan hati sedalam lautan. Bagi darah dalem (pangeran hingga cucu/wayah), boleh menggunakan lurik berwarna selain biru tua.
Disamping busana 'peranakan', ada model pakaian lain yang disebut atela. Baju Atela berwarna putih dikenakan oleh abdi dalem berpangkat Wedana ke atas pada upacara-upacara besar seperti ngabekten & gerebeg. Selain atela putih, juga ada beskap atau atela berwarna hitam . Atela hitam dikenakan pada acara-acara tertentu, seperti kondur gangsa pada bulan Maulud.


Rabu, 05 Juli 2017

Blangkon Jogja Alusan






Blangkon adalah tutup kepala yang dibuat dari batik dan digunakan oleh kaum pria sebagai bagian dari pakaian tradisional jawa .
Sebutan blangkon berasal dari kata blangkon , istilah yang dipakai masyarakat jawa untuk mengatakan sesuatu yang siap pakai. Dulunya blangkon tidak berbentuk bulat dan siap pakai, melainkan sama seperti ikat kepala lainnya yakni melalui proses pengikatan yang cukup rumit . Seiring berjalannya waktu, maka tercipta inovasi untuk membuat ikat kepala siap pakai yang selanjutnya dijuluki sebagai blangkon.

Blangkon sebenarnya bentuk praktis dari iket yang merupakan tutup kepala yang dibuat dari batik dan digunakan oleh kaum pria sebagai bagian dari pakaian tradisional jawa. Untuk beberapa tipe blangkon ada yang menggunakan tonjolan pada bagian belangkang blangkon yang disebut mondholan . Mondholan ini menandakan model rambut pria masa itu yang sering mengikat rambut panjang dibagian belakang kepala, sehingga bagian tersebut tersembul dibagian belakang blangkon . Lilitan rambut itu harus kencang supaya tidak mudah lepas.

Sekaramg lilitan rambut panjang yang menjadi mondholan sudah dimodifikasi karena orang sekarang kebanyakan berambut pendek dengan membuat mondholan yang dijahit langsung pada bagian belakang blangkon. Blangkon surakarta mondholannya terpes atau gepeng sedang mondholan gaya yogyakarta berebentuk bulat seperti onde-onde.




Rumah/Toko :
Jln. Pasar Ngipik-Pleret, Tegal Cerme, RT. 08, Baturetno, Banguntapan, Bantul, Daerah Istemewa Yogyakarta. 55197 

Peta : 
Sumber dari Google Maps
klik


(Harga sewaktu-waktu bisa berubah tanpa pemberitahuan)

Pemesanan :
Telp/sms/WA. 081804210607
Telp/sms. 082133775521


No Rekening Bank.

297289999 an. TRI Yanto
3008 01 015825 533 an. TRI Yanto
900 00 2535594 3 an. TRI Yanto

4451237190 an Eni Sulistyowati

Paket Pengiriman Barang : 



Jumat, 16 Juni 2017

Blangkon Jogja Kwalitas Nomer 1




Spesifikasi Kwalitas Blangkon :
Nama                 : Blangkon Jogja 
Kode Barang      : BJBC 0113
Bahan                 : Batik Cap
Pengrajin            : Java Ombus.
Pembuatan         : Alusan dan Alus.
Bahan                 : Kain keras.
Kwalitas             : lentur dan Bisa dicuci.
Harga Alusan    :  Rp. 195.000,-


(BISA PESAN DENGAN MOTIF WARNA YANG LAIN)
 KLIK MOTIF YANG LAIN


Cara Mencari Ukuran :
1. Ukur lingkar kepala dengan meteran baju atau tali ada berapa cm.
2.  Lihat Peci/Songkok no berapa,
     Contoh : lingkar kepala 56 cm ukuran blangkon No. 6 dan seterusnya.
3. Ukuran Anak 46-50.
4. Ukuran Tanggung SD 51-55.
5. Ukuran Dewasa 56-60.
6. Ukuran Jumbo 61-63. 


Cara Pemesanan :
1. Datang Toko/Rumah.
2. Telp/Sms 0821 3377 5521
3. WA. 0821 3377 5521 / 081804210607

Pemesanan : 
Jumlah Pemesanan#Kode Barang#Nama Lengkap#Alamat Lengkap#Kode Pos#Jasa Pengiriman. 

Contoh :   10#BSP0109#TRIYANTO#Tegal Cerme RT. 08,  
              Baturetno, Banguntapan Bantul#55197#JNE.


Rumah/Toko :
Jln. Pasar Ngipik-Pleret, Tegal Cerme, RT. 08, Baturetno, Banguntapan, Bantul, Daerah Istemewa Yogyakarta. 55197 

Peta : 
Sumber dari Google Maps
klik


(Harga sewaktu-waktu bisa berubah tanpa pemberitahuan)


Jasa Pengiriman :


Setelah dapat konfirmasi rekapan total biaya dan ongkos kirim, silahkan uang di transfer ke no rekening di bawah. Terimakasih.


No Rekening Bank.

297289999 an. TRI Yanto
3008 01 015825 533 an. TRI Yanto
900 00 2535594 3 an. TRI Yanto
4451237190 an Eni Sulistyowati




Rabu, 31 Mei 2017

Pengrajin Blangkon Jogja dan Blangkon Solo Alusan



Blangkon adalah tutup kepala yang dibuat dari batik dan digunakan oleh kaum pria sebagai bagian dari pakaian tradisional jawa.

Sebutan blangkon berasal dari kata blangko,istilah yang dipakai masyarakat jawa untuk mengatakan sesuatu yang siap pakai. Dulunya blangkon tidak berbentuk bulat dan siap pakai,melainkan sama seperti ikat kepala lainnya yakni melalui proses pengikatan yang cukup rumit . Seiring berjalannya waktu,maka tercipta inovasi untuk membuat ikat kepala siap pakai yang selanjutnya dijuluki sebagai blangkon.

Blangkon sebenarnya bentuk praktis dari iket yang merupakan tutup kepala yang dibuat dari batik dan digunakan oleh kaum pria sebagai bagian dari pakaian tradisional jawa.Untuk beberapa blangkon ada yang menggunakan tonjolan pada bagian belakang blangkon yang disebut mondholan. Mondholan ini menandakan model rambut pria masa itu yang sering mengikat rambut panjang mereka dibagian belakang kepala,sehingga bagian tersebut tersembul di bagian belakang blangkon. Lilitan rambut itu harus kencang supaya tidak mudah lepas.

Sekarang lilitan rambut panjang yang menjadi mondholan sudah dimodifikasi karena orang sekarang kebanyakan berambut pendek dengan membuat mondholan yang dijahit langsung pada bagian belakang blangkon.blangkon surakarta mondholannya trepes atau gepeng sedang mondholan gaya yogyakarta berbentuk bulat seperti onde-onde.




Rumah/Toko :
Jln. Pasar Ngipik-Pleret, Tegal Cerme, RT. 08, Baturetno, Banguntapan, Bantul, Daerah Istemewa Yogyakarta. 55197 



                         Cara Pemesanan :
                1. Datang Toko/Rumah.
                     2. Telp/Sms 0821 3377 5521
                         3. WA. 0821 3377 5521 / 081804210607

Peta : 
Sumber dari Google Maps
klik

Selasa, 06 Desember 2016

MODEL BLANGKON JOGJA PANEMBAHAN SENOPATI Java Ombus

KODE : BJBC PS 0114




Spesifikasi Kwalitas Blangkon :
Nama                 : Blangkon Jogja 
Kode Barang      : BJBC PS 0114
Bahan                 : Batik Cap
Pengrajin            : Java Ombus.
Pembuatan         : Alusan dan Alus.
Bahan                 : Kain keras.
Kwalitas             : lentur dan Bisa dicuci.
Harga Alusan     : Rp. 195.000 


(BISA PESAN DENGAN MOTIF WARNA YANG LAIN)
 KLIK MOTIF YANG LAIN


Cara Mencari Ukuran :
1. Ukur lingkar kepala dengan meteran baju atau tali ada berapa cm.
2.  Lihat Peci/Songkok no berapa,
     Contoh : lingkar kepala 56 cm ukuran blangkon No. 6 dan seterusnya.
3. Ukuran Anak 46-50.
4. Ukuran Tanggung SD 51-55.
5. Ukuran Dewasa 56-60.
6. Ukuran Jumbo 61-63. 

Cara Pemesanan :
1. Datang Toko/Rumah.
2. Telp/Sms 0818 0421 06 07 / 0821 3377 5521
3. WA. 081804210607

Pemesanan : 
Jumlah Pemesanan#Kode Barang#Ukuran#Nama Lengkap#Alamat Lengkap#Kode Pos#Jasa Pengiriman. 

Contoh :   10#BSP0109#57#TRIYANTO#Tegal Cerme RT. 08,  
              Baturetno, Banguntapan Bantul#55197#JNE.


Rumah/Toko :
Jln. Pasar Ngipik-Pleret, Tegal Cerme, RT. 08, Baturetno, Banguntapan, Bantul, Daerah Istemewa Yogyakarta. 55197 

Peta : 
Sumber dari Google Maps
klik


(Harga sewaktu-waktu bisa berubah tanpa pemberitahuan)


Jasa Pengiriman :


Setelah dapat konfirmasi rekapan total biaya dan ongkos kirim, silahkan uang di transfer ke no rekening di bawah. Terimakasih.


No Rekening Bank.

297289999 an. TRI Yanto
3008 01 015825 533 an. TRI Yanto
900 00 2535594 3 an. TRI Yanto
4451237190 an Eni Sulistyowati

wa