Jumat, 07 Juli 2017

surjan



Surjan adalah pakaian laki-laki jawa dengan ciri : berlengan panjang, berkerah tegak, dan bermotif lurik. Kata surjan, menurut salah satu tafsir, adalah tembung garba atau gabungan dari dua kata, yaitu "Suraksa" dan "Janma" , yang berarti "menjadi manusi". Sementara menurut tepas Dwarapura keraton yogyakarta , surjan berasal dari kata arab "surojan", yang berarti "pelita / penerang". Didalam Al-quran terdapat istilah "sirojan muniran", bermakna "pelita/penerang yang menerangi". Surjan awalnya diciptakan kanjeng Sunan Kalijaga sebagai baju takwa, selanjutnya dijadikan sebagai pakaian resmi Kasultanan Mataram.
Ada beberapa tafsir tentang makna-makna simbolis didalam surjan , diantaranya: bagian leher atau kerah yang memiliki enam kancing adalah melambangkan rukun iman yang jumlahnya enam. Dua buah kancing dibagian dada sebelah kanan dan kiri melambangkan dua kalimat syahadat. Surjan juga memiliki tiga buah kancing yang letaknya dibagian dalam, di dada dekat perut, letaknya tertutup, melambangkan tiga macam nafsu manusia yang harus di redam/dikendalikan/ditutup. Ketiga nafsu tersebut adalahnafsu bahimah(hewani), nafsu lawwamah(nafsu makan dan minum), dan nafsu syaitaniah(nafsu setan)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar